Sejak maraknya penggunaan media sosial berbasis internet seperti Facebook, manusia makin terhubung satu sama lain secara lebih dekat dan lebih cepat. Keterhubungan di dunia maya ini, secara langsung mempengaruhi peningkataan keterhubungan antar manusia di dunia nyata. Jadi, tak heran bila pasca booming penggunaan media sosial, marak pula penyelenggaraan reuni di mana-mana.Sekolah-sekolah, kelompok kekerabatan, organisasi di lingkungan ketetanggaan,komunitas hobi dan lain sebagainya seolah bersaing memenuhi aneka tempat pertemuan untuk menyelanggarakan reuni baik yang berifat akbar maupun reuni kecil-kecilan.
Dalam reuni, kita menjadi gembira karena dapat menemukan teman-teman lama yang belasan atau bahkan puluhan tahun tak bertemu. Tingkat sosialitas yang meningkat di dunia maya ini berkorelasi langsung dengan peningkatan sosailitas di dunia nyata. Foto-foto kebersamaan di media sosialpun bermunculan silih berganti menandakan riuhnya pertemanan yang mulai terjalin kembali dan menciutkan dunia menjadi layaknya global village
Reuni sekolah atau kelompok pergaulan seumuran bukan saja mempertemukan teman-teman lama namun juga memunculkan teman-teman baru. Jadi, demikianlah dahsyatnya kekuatan reuni ini karena ia mampu meledakkan daya sosial kita. Reuni mampu membuat kita saling berkenalan secara lebih instant. Hanya karena pernah bersekolah di sekolah yang sama, kita bisa menjadi langsung akrab meski awalnya kita lupa atau bahkan memang tidak kenal sama sekali. Boleh jadi dulu kita kurang begaul, atau teman seangkatan kita terlalu banyak, tidak masalah, karena nyatanya saat ini kita bisa serta merta akrab karena memiliki sesuatu yang sama di masa lalu. Mungkin ini juga termasuk pada yang disebut sebagai efek solidaritas, esprit de corps!
Tentu saja sebagaimana dua sisi mata uang, reuni bisa memiliki manfaat ataupun mudarat. Pertemuan kembali insan insan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda bisa menimbulkan efek yang beragam pula. Bukankah setiap orang yang hadir ke reuni dengan membawa pengalaman, gaya serta agendanya masing-masing?. Ada yang ingin sekedar bernostalgia dan mencari hiburan atau refreshing. Ada yang ingin memperluas jaringan bisnis, ada yang ingin berkampanye, bahkan ada yang sekedar ingin mencari sosok-sosok tertentu yang selama ini sulit ditemukan. Apapun itu, secara umum rata-rata alasan orang datang ke acara reuni adalah untuk menyambungkan tali silaturahmi. (ada yang mengatakan bahwa silaturhami yang sesungguhnya itu adalah ikatan antar saudara kandung dan garis keturunannya, yakni yang berasal dari rahim yang sama, dan lebih tepat disebut silaturrahim, tapi okelah, tak usah diperdebatkan karena setidaknya,kita adalah bagian dari keluarga besar anak cucu keturunan yang berasal dari rahim ibunda Hawa istri nabi Adam kan?)
Sampai di bagian ini, reuni menjadi hal yang baik. Bukankah silaturahmi itu baik?. Ya, kita berkeyakinan bahwa silaturahmi itu bisa membuat panjang umur dan menambah rezeki. Masuk akal, karena hubungan sosial yang baik itu memang menyehatkan.Dan jika kita setuju bahwa rezeki itu bukan semata-mata uang, maka bertambahnya temanpun sudah merupakan rezeki tersendiri bukan?.
Nah, masalahnya bagaimana kita dapat meneguhkan bahwa reuni itu benar-benar sesuatu yang bermanfaat?. Karena boleh jadi, tanpa disadari, interaksi yang berulang-ulang dengan teman sebaya tanpa agenda kebaikan yang jelas hanya akan menjadi faktor pembuang waktu saja. Bertemu, bercanda ria, makan bersama, foto bersama lalu apa?.
Syukurlah pada dasarnya manusia itu baik. Insting kemanusiaan ini selalu ada meski tertimbun oleh berbagai logika dan kepentingan. Namun berkumpulnya orang-orang baik saja tidak cukup. . Perlu sedikit upaya untuk menjadikan para manusia ini memunculkan sifat dasar alamiyahnya yang baik itu.
Caranya?
Ya, kita harus mengaktivasi fungsi saling mengingatkan di antara kita sendiri agar semua potensi kebaikan kita muncul ke permukaan. Sahabat yang baik tidak cukup sekedar menjadi orang baik- baik saja. Ia harus melakukan sesuatu, mempelopori aktivitas kebaikan secara terus menerus, meski hanya kebaikan kecil yang sederhana.
Nah, agar semangat berbuat baik senantiasa terjaga kitapun memerlukan sistem untuk mendukung itu semua.
Bagi orang muda, sistem ini hendaknya bisa menjadi pendukung dalam membangun kehidupan sukses berikutnya , dan bagi orang yang sudah tua, sistem ini hendaknya bisa menjadi pendamping masa emas dalam mencapai akhir kehidupan yang baik alias Husnul khatimah.
Sistemnya seperti apa?, terserah saja, yang jelas dalam sistem ini ada tujuan bersama yang hendak dicapai dan ada mekanisme untuk mencapainya. Jadi, silakanlah ber reuni, dan usahakan agar reuni itu bermanfaat.
Artikel ini di ambil dari http://sahabatberbuatbaik.org/manfaat-reuni/

Artikel yg bermanfaat, terimakasih😊
BalasHapusterima kasih sangat bermanfaat...
BalasHapusTerimakasih informasi nya, sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat👍,apalagi bagi kita yang acuh tentang pentingnya silahturahmi
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusCakeppp😊
BalasHapusTerimakasih, berkat artikel ini saya dapat mengetahui manfaat reuni
BalasHapusWahh terimakasih infonya :)
BalasHapusTerimakasih atas info nya
BalasHapus