Dalam menjalani hidup sosial bermasyarakat, manusia tidak pernah lepas dari sebuah kesalahan, entah itu terhadap tetangga, kawan, ataupun rekan kerja. Kesalahan adalah suatu hal yang wajar ketika kita berinteraksi dengan sesama. Namun, ketika kita bisa menyikapi kesalahan tersebut dengan suatu proses saling maaf dan memaafkan, itulah yang luar biasa. “Setiap anak Adam tidak luput dari kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (HR Tirmidzi)
Sungguh indah akhlakul karimah TITIPANMU ini Ya Allah... Mereka dengan senang hati saling pinjam mainan dan ikhlas berbagi makanan tanpa harus dengan perintah ataupun paksaan. Luar biasa kompak.
Malam telah berlalu berganti pagi walau tanpa mentari hari ini,seolah tahu suasana hati dan enggan muncul sekedar menghiasi pagi. Dan ternyata kerisauanpun terjadi,pertengkaran kecil menodai sucinya pagi, menjadi salah satu racikan bumbu olahan menu sarapan hari ini. Ketidak sengajaan sikap dan ucapan mengeruak terdengar. Tersinggung dan kecewa menyapa, marahpun tak bisa terelakkan. Tak ada yang mau mengalah dan disalahkan dan parahnya tak ada yang mau duluan minta maaf, terlebih memaafkan.
Perseteruanpun menyebarkan virus pada orangtua. Niat hati melerai perdebatan kecil malah terpancing nyebur dengan suasana mencekam. Astagfirullahaladziim...ampuni kami ya Allah... Atas kekhilafan kekhilafan perasaan egoistis kami.
Tetesan air mata telah basahi wajah lusuh ini, berselang waktu detik berlalu disuguhkan 2 jabat tangan erat dengan untaian kata indah walau terdengar masih berat... "MAAFKAN ADIK ya"..subhaanallah walhamdulillah Allohu Akbar.. Terimakasih ya Allah telah sadarkan hati kami yang membatu dan menutup diri dari hidayahMu. Mereka saling meminta maaf dan memaafkan. Terketuk hati ulurkan tangan ini meraih menjabat tangan mereka untuk meminta maaf.
Peristiwa spontanitas pagi ini memberikan pembelajaran bagi diri ini sebagai orangtua, kita bisa membiasakan untuk meminta maaf dan memaafkan. Ketika anak berbuat salah, kita bimbing mereka untuk meminta maaf,saat anak kita yang disalahkan bimbing mereka untuk ikhlas memaafkan tanpa harus menunggu oranglain untuk meminta maaf lebih dulu.
Memaafkan kesalahan oranglain adalah diantara akhlak mulia yang sangat membutuhkankesabaran dan lapang dadasupaya bisa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan secara tulus dan ikhlas, tanpa menyisakan dendam dan rasa sakit dalam hati.
Begitupun dengan meminta maafkita dituntut untu mengakui kesalahan kita secara kesatria yang membutuhkan keberanianuntuk bisa meminta maaf mengalahkan egois, malu dan gengsi yang menyelimuti diri. Dengan bersabar pula jika orang yang kita mintai maaf justru menolak memaafkan dan malah menuntut balas atas kesalahan kita.
Sebagai orangtua kita wajib membiasakan diri menanamkansifat pemaaf kepada anak-anak kita supaya kita dan anak-anak kita mau meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain walau proses semua itu sangat membutuhkan waktu, harus diselingi contoh suri tauladan dari orangtua.
Suatu ketika tak sengaja membentak sampai melukai hati anak-anak, kita jangan ragu untuk mengakui kesalahan kita dan berani meminta maaf kepada mereka. Dengan tulus ikhlas tanpa gengsi kita sampaikan kesalahan kita lalu minta maaf. Karena memaafkan orang lain merupakam sifat mulia yang dicontohkan Rosulullah SAW. Begitupun sebaliknya jika anak-anak yang bersalah, mari kita maafkan mereka. Teriring untaian do'a penuh harap tanamkan pemahaman anak bahwa kesalahan yang mereka perbuat dapat melukai dan menyinggung perasaan orang lain. Maka jika berbuat salah segeralah meminta maaf.
Meminta maaf dan memaafkansatu porsi dari sikap akhlakul karimah yang harus tertanam dalam hati kita. Jika kita ingin dimaafkan oleh orang lain maka kitapun harus siap dengan ikhlas tulus dan. Lapang dada untuk memaafkan kekhilafan oranglain. Jika ada orang yang tidak meminta maaf atas kesalahan yang perbuatnya tidak ada alasan kita untuk Tidak memaafkan.
Ayo kita biasakan meminta maaf dan memaafkan, tak usah malu dan ragu jangan nunggu lebaran ya... Supaya hati kita tenang kapan dan dimanapun.
Artikel ini bersumber dari http://yuyunpuspadewi.gurusiana.id/article/maaf-memaafkan-656888
Artikel ini bersumber dari http://yuyunpuspadewi.gurusiana.id/article/maaf-memaafkan-656888
Terima kasih atas Infonya
BalasHapusTerima kasih infonya :)
BalasHapusTerima kasih infonya :)
BalasHapusTerima kasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih sangat bermanfaat...
BalasHapusTerimakasih info yg bermanfaatnya😊
BalasHapusTerimakasih informasi nya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusInfo tang sangat bermanfaat,terima kasih
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat,terima kasih
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat,terima kasih
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat,terima kasih
BalasHapusAlhamdulillah bermanfaat untuk saling memaafkan, terimakasih:)
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusMasya allah terimakasih infonya
BalasHapusTerimakasih atas info nya
BalasHapusMasyaAllah
BalasHapusSangat bermanfaat, jazakallah khaira